Rujak bebek adalah salah satu rujak khas Cirebon. Rujak
ini sama sekali tidak mengandung daging bebek. Bebek disini adalah bahasa
Cirebon dari tumbuk yang dibaca beubeuk. Rujak bebek terdiri dari buah-buahan yang
bertekstur keras seperti mangga muda, bengkoang, jambu air, jambu batu,
kedongdong dan ditambah juga dengan ubi muda, bagi yang suka bisa juga ditambah
dengan buah mekudu muda (pace).
Cara membuatnya pun cukup unik,
dimana buah-buahan dan ubi tersebut dipotong kecil-kecil dan kemudian ditumbuk
(dibebek) dalam sebuah lesung /alu kecil bersama dengan bumbu
yang terdiri dari Gula merah, cabai serta sedikit garam dan terasi. Sehingga menghasilkan
rasa yang ramai, asam, manis dan pedas yang terasa begitu segar jika dikonsumsi
pada siang hari.

Menurut Wawan (34) pedagang rujak
bebek asal Astana Japura Cirebon, saat ini banyak para pedagang rujak bebek
yang sudah beralih profesi, karena rujak bebek dinilai sudah tidak lagi pupuler
seperti dulu. Namun dirinya tetap berkeyakinan, masih banyak orang yang
menyukai makanan khas Cirebon ini. “Ya selama Cirebon masih berdiri, rujak
bebek harus tetap ada”. Tegasnya sambil menumbuk rujak bebek pesanan pembeli.
(ysg)
No comments:
Post a Comment