Showing posts with label paspampres. Show all posts
Showing posts with label paspampres. Show all posts

Monday, April 18, 2011

Legenda Pasukan Macan Penjaga Istana Pakungwati


Barusan saya kedatangan teman lama sewaktu di sekolah dasar dahulu. Sambil minum kopi kami pun bercerita tentang kenangan masa lalu. Salah satunya adalah cerita tentang seekor macan, yang berkeliaran di pemukiman-pemukiman penduduk saat malam tiba. Ada warga yang melihatnya langsung dan ada juga yang hanya menemukan jejaknya di pagi hari.

Pernah suatu waktu masyarakat mengejar dan mengepung seeokor macan yang masuk ke pemukiman, saat warga kehilangan macan tersebut, mereka hanya menemukan jejak-jejak kaki macan, namun ketika diikuti jejak tersebut berubah menjadi jejak kaki manusia.

Menurut cerita para orang tua, warga Cirebon kerap mengkaitkan cerita-cerita tersebut dengan legenda Pasukan Macan, yaitu pasukan yang di berikan oleh Prabu Siliwangi Raja Pajajaran kepada Cucunya Sunan Gunung Jati sebagai hadiah. Pasukan yang terdiri dari 12 orang tersebut berfungsi sebagai pasukan pengaman (semacam Paspampres saat ini). mereka ditugaskan untuk menjaga Istana Pakungwati (keraton Kasepuhan).

Sistem penjagaannya pun dibagi menjadi beberapa lingkaran/rink. Dalam istilah penjagaan Pasukan Macan disebut KW (tidak ada literature yang menjelaskan mengenai arti KW). Dimana masing-masing KW diisi oleh empat personil pasukan dengan posisi sesuai arah mata angin. Dengan Istana Pakungwati sebagai titik pusat pengamanannnya, karena itu semakin dekat dengan Istana semakin tinggi ilmu Pasukan Macan yang ditugaskan di KW tersebut.   

Pasukan Macan menggunakan seragam yang unik. Yaitu berupa kantung seukuran ibu jari yang disebut kantung macan. Cara memakainya adalah dengan memasukan kedua ibu jari ke kantung tersebut, kemudian dengan sendirinya kantong tersebut akan mengembang secara elastis mengikuti bentuk tubuh, hingga mirip seekor macan. Kantung macan harus dipakai pada suasana hening dengan sedikit penerangan. Pakaian tersebut memiliki kekuatan spiritual yang kadarnya tergantung pada kekuatan si pemakainya. Semakin sempurna ilmu yang dimiliki semakin sempurna pula bentuk pakaian macan tersebut. Konon tingkat tertinggi akan berwujud seperti macan sungguhan.

Saat ini diyakini masih terdapat Pasukan Macan yang setia menjaga Istana Pakungwati, namun jumlahnya tidak sebanyak dulu lagi. Berkurangnya jumlah personil Pasukan Macan ini dikarenakan beberapa sebab, seperti Personil Pasukan Macan meninggal saat menggunakan pakaian kantung macan, sehingga pakaian kantung macan turut sirna bersama meninggalnya orang tersebut. Kedua, berhentinya keturunan personil Pasukan Macan, karena  keberadaan pasukan ini diteruskan secara turun temurun. Penyebab  ketiga, menurut cerita warga, Kesultanan Kasupuhan pernah memberikan 1 KW (empat orang) Pasukan Macan kepada Kesultanan Brunai sebagai hadiah. (ysg)
 .
*) Informasi tulisan ditambahkan juga dari berbagai sumber