![]() |
| Masjid Agung Sang Cipta Rasa Keraton Kasepuhan (Cirebon Insight) |
Ada tradisi unik dari Masjid Agung Sang Cipta Rasa
yang digelar selama bulan Ramadhan. Masjid Tua peninggalan Sunan Gunung Jati
yang terletak di Komplek Keraton Kasepuhan Cirebon ini, selama bulan Ramadhan
menggelar Tradisi Dugdag, yaitu tradisi tabuh bedug yang digelar setiap malam
sekitar pukul 23.00 usai tadarusan (membaca Al Qur’an) hingga menjelang waktu
imsyak yaitu pukul 04.30.
![]() |
| Menabuh dugdag menjelang imsyak (Doc. SCTV) |
Menabuh bedug dalam tabuh dugdag tidaklah
sembarangan, dalam dugdag ada tiga irama tabuh bedug yang harus dibunyikan,
karena itu untuk menghindari kesalahan para penabuh dugdag yang rata-rata
menabuh selama 20 menit, diberikan kesempatan sebelumnya untuk berlatih, agar
tidak terjadi kesalahan irama saat menabuh. Sebelum menabuh bedug, para penabuh
bedug juga diwajibkan untuk bersuci/berwudlu layaknya hendak mendirikan sholat.
Seperti halnya kebanyakan tradisi, tabuh dugdag juga
tidak lagi populer dikalangan generasi muda. Rata-rata penabuh dugdag saat ini
sudah berusia lanjut. Sebut saja Muhamad Rifai yang sudah menabuh dugdag selama
50 tahun, menurutnya generasi muda saat ini sudah tidak lagi tertarik dengan
tradisi dugdag, mereka lebih menarik dengan tradisi modern, walaupun tradis
tersebut kurang bermanfaat. (ysg)

