Friday, July 22, 2011

Gema Keajaiban Sedekah dari Masjid Raya At Taqwa


Wajah-wajah cerah tampak jelas terlihat dari mereka yang baru saja keluar dari Masjid Raya At-Taqwa Cirebon, Jawa Barat. Mereka tampak terlihat begitu bersemangat. 

“Baru kali ini saya merasa begitu ikhlas bersedekah.” terdengar obrolan diantara mereka yang di jawab dengan anggukan rekannya yang lain. Ternyata mereka baru saja diberikan “pencerahan” selama beberapa jam oleh Ippho Santosa, seorang pakar otak kanan yang giat menyiarkan betapa dahsyatnya kekuatan bersedekah. 

Dalam seminar terbuka untuk umum yang bertemakan “7 Keajaiban Rezeki dan Percepatan Rezeki Dalam 40 Hari Dengan Otak Kanan” itu, yang diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 17 Juli 2011 yang lalu, Ippho mengulas salah satu isi buku best seller-nya yang berjudul  7 Keajaiban Rezeki. Dimana disampaikan Oleh Ippho kiat-kiat melakukan percepatan rezeki melalui sedekah, dalam seminar tersebut, beberapa kali Ippho mengatakan: “Sedakah itu ikhlas atau tidak ikhlas, beriman atau tidak beriman pasti dibalas” sebuah kalimat sederhana ini ternyata cukup memancing kita untuk berpikir “Apalagi kalau ikhlas dan beriman, pasti akan lebih dahsyat hasilnya”  pancingan-pancingan seperti inilah yang menjadikan para peserta seminar semakin antusias dalam menyimak materi yang dibawakan oleh Ippho.
 
Ippho juga memberikan contoh-contoh yang sederhana kepada para peserta seminar, sehingga mudah dimengerti dan dipahami. Bukan hanya itu saja, Ippho juga melakukan pendekatan-pendekatan yang sangat Islami dari Al Qur'an dan Hadist dengan bahasa yang sangat sederhana. Inilah satu hal luar biasa yang disampaikan oleh Ippho, yang membedakannya dengan motivator-motivator lainnya. Disini Ippho mencoba mendekatkan kewajiban (memberikan sedekah) dengan “reward”, sehingga kita lebih termotivasi untuk melakukan kewajiban tersebut.

Dalam seminar yang berlangsung hampir empat jam tersebut, Ippho juga memperkenalkan peranan otak kanan dalam melakukan percepatan rezeki, bagaimana kita dituntut untuk lebih imajinatif dan kreatif dalam menggapai cita-cita kita, serta yakin bahwa diri kita mampu untuk melakukan dan terutama adalah yakin bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya untuk merubah sesuatu atas kehendak-Nya. Dengan memaksimalkan peranan otak kanan dan penekanan pentingnya bersedekah, Ippho juga mengajak para peserta seminar untuk memantaskan diri sebagai orang kaya, dengan melakukan prilaku atau kebiasaan orang kaya, seperti bersedekah lebih banyak.

Seminar yang sempat terpotong sholat Ashar tersebut diakhiri dengan penyelarasan harapan antara harapan kita dan harapan orang tua (ibu) dan pasangan kita. Iphho menegaskan bahwa peranan seorang ibu sangatlah penting dalam hidup kita, karena doa dan perkataan seorang ibu lebih di dengar oleh Allah SWT. Karena itu Ippho “menantang” para peserta seminar untuk meminta maaf pada orang tua masing-masing, sebelum menyelaraskan harapan kita dengan mereka. Dan sebagai penutup acara Ippho mengajak para peserta seminar untuk berlomba-lomba memberikan sedekah di atas panggung. Para peserta pun berhamburan ke depan, melemparkan uang mereka ke atas panggung untuk di sumbangkan ke yang berhak melalui panitia acara.

Di pelataran masjid Ippho yang juga bintang iklan Indosat itu juga diserbu oleh para peserta seminar yang berburu tanda tangannya. Bukan itu saja banyak diantara mereka yang berebut foto bersama sang pakar otak kanan. Namun dengan low profil, Ippho mengatakan “Gak perlu foto-foto saya, apalagi buat di share di Facebook atau Twitter, nanti saya yang bakal dapat untung bukan kalian.”

Hmmm... kalau dipikir-pikir benar juga, setiap foto atau hanya nama Ippho saja yang di share pasti akan banyak yang mem-follow atau memberikan komentar. Pantas saja Indosat mendaulatnya sebagai bintang iklan. (ysg)

No comments:

Post a Comment