Tuesday, April 12, 2011

Menikmati Jejak Sejarah di Panjunan


 
 Mendung memayungi sore di Kota Cirebon, membuat suasana Kota Cirebon menjadi sedikit berbeda. Udara panas yang biasanya masih menyengat untuk sementara tergantikan dengan udara dingin yang sejuk. Suasana yang berbeda juga kami rasakan saat memasuki Kelurahan Panjunan, sebuah perkampungan kuno yang terletak di pusat Kota Cirebon. Dikatakan sebagai perkampungan kuno, karena Kelurahan Panjunan memiliki sejarah yang panjang yang berkaitan erat dengan perkembangan sejarah Islam di Pulau jawa khususnya di Cirebon.

Sejarah Panjunan bermula saat seorang Pangeran Arab dari Baghdad yang bernama Maulana Abdul Rahman datang ke Cirebon untuk berguru Agama Islam kepada Sunan Gunung Djati. Sang pangeran beserta keluarga dan rombongannya dari Baghdad memutuskan untuk menetap di suatu tempat yang letaknya tidak jauh dari Pusat Kerajaan Cirebon. Selain belajar dan mengembangkan agama Islam, sang pangeran dan para pengikutnya juga bekerja sebagai pengrajin gerabah atau keramik sebagai mata pencaharian mereka, karena itulah sang pangeran mendapat julukan Pangeran Panjunan dan daerah yang mereka tempati kemudian dikenal dengan nama Panjunan. Kata Panjunan diambil dari kata Jun yang berarti keramik. Walaupun di sini sudah tidak ada lagi pengrajin gerabah, namun sampai saat ini  terdapat beberapa warga yang masih eksis mencari nafkah sebagai pedagang gerabah.

Kelurahan Panjunan juga dikenal sebagai Kampung Arab, karena di daerah ini banyak terdapat warga keturunan Arab yang sudah tinggal secara turun temurun sejak Pangeran Panjunan dan para pengikutnya menempati daerah ini.

Di Panjunan juga masih dapat kita jumpai jejak-jejak sejarah kota Cirebon, seperti Masjid Merah, yaitu sebuah Masjid tua yang didirikan pada tahun 1453, jauh lebih tua dari Masjid Agung Keraton Kasepuhan Sang Cipta Rasa yang didirikan pada tahun 1549. Masjid Merah didirikan pada masa-masa awal perkembangan Agama Islam di Cirebon. Dikatakan Masjid Merah, karena hampir seluruh dinding masjid dan tembok pagarnya di dominasi warna merah mencolok. Arsitektur masjid ini masih kental dengan nuansa arsitektur Hindu-Budha Majapahit. Jejak-jejak hubungan antara Cirebon dengan kekaisaran China pada masa itupun, masih jelas terlihat pada beberapa keramik yang tertanam baik di bagian tembok pagar masjid maupun di bagian dalam masjid. Masjid yang ukurannya tidak terlalu luas ini juga memiliki gapura khas Cirebon pada pintu gerbangnya, sehingga menambah masjid ini semakin menarik.

Tidak hanya potensi wisata sejarah saja yang terdapat di daerah ini. Panjunan juga menyimpan potensi lain, yaitu wisata kuliner, tidak jauh dari Masjid Merah terdapat penjual mi koclok, yang telah berjualan sejak puluhan tahun yang lalu. kuliner khas Cirebon yang terbuat dari mi kuning, dengan kuah putih kental dan gurih yang terbuat dari beras dan santan, di tambah dengan sisiran daging ayam dan irisan telur rebus. Membuat makanan ini terasa begitu lezat, apa lagi sambalnya yang dapat menambah selera makan kita bertambah lahap. Pada sore hari, di seberang pedagang mi koclok juga biasanya dapat kita temui pedagang jajanan pasar, seperti arem-arem, naga sari, koci dan jajanan pasar lainnya yang cocok kita bawa pulang sebagai oleh-oleh untuk di rumah.

Saat berada di Cirebon berkunjung ke Panjunan adalah sebuah pilihan yang tepat, karena di sini kita bisa mendapatkan perpaduan wisata yang cukup menarik. Selain karena aksesnya yang cukup mudah, kita juga dapat menikmati lezatnya mi koclok sambil menikmati suasana sore di perkampungan Arab dengan berlatar belakang masjid kuno nan eksotik. (ysg)

3 comments:

  1. aku bakal ke masjid merah esok untuk melihat sendiri keindahan masjid ini bersama teman2 dari malaysia,harap, jika bapak punya waktu, kita boleh ketemu di sana

    ReplyDelete
  2. Mampir juga di Sega Jamblang Bu Titin. Di Jl. Panjunan No.49 yang ke arah Hero (Cirebon Mall)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua, Sengaja ingin menulis
      sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang
      kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa
      Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar
      1M saya sters hampir bunuh diri tidak tau harus bagaimana agar bisa
      melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet dan saya bertemu
      dengan KYAI SOLEH PATI, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 3 hari
      saya berpikir, saya akhirnya bergabung dan menghubungi KYAI SOLEH PATI
      kata Pak.kyai pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan
      penarikan uang gaib 4Milyar dengan tumbal hewan, Semua petunjuk saya ikuti
      dan hanya 1 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah akhirnya 4M yang saya
      minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya
      buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada.
      Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya
      sering menyarankan untuk menghubungi KYAI SOLEH PATI Di Tlp 0852-2589-0869
      Atau Kunjungi Situs KYAI www.pesugihan-uang-gaib.blogspot.co.id/ agar di
      berikan arahan. Supaya tidak langsung datang ke jawa timur, saya sendiri dulu
      hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sangat baik, jika ingin seperti
      saya coba hubungi KYAI SOLEH PATI pasti akan di bantu Oleh Beliau

      Delete